Mimpiku yang aneh

Februari 8, 2011

Aku bermimpi aneh .

Dalam mimpiku itu, aku menjadi seorang pengangguran. Aku menjadi orang yang sangat miskin dan sangat membutuhkan uang, sangat kesusahan. Jangankan untuk makan enak, untuk mendapatkan seteguk air dan sesuap nasi pun sangat susah. Dalam mimpi itu, aku benar-benar diterpa oleh rasa putus asa.

Untunglah, penderitaanku tidak berlangsung lama. Tiba-tiba saja aku bertemu dengan seorang kawan. Aku menceritakan keadaanku kepada kawanku itu. Dalam mimpiku, dia terlihat mengangguk-angguk tanda mengerti. Temanku itu berjanji akan membantu mencarikan aku sebuah pekerjaan.

Aku dibawa oleh temanku kepada seorang bos. Bosnya temanku itu sangat kaya dan berkuasa. Ia memiliki perusahaan yang besar. Rumahnya banyak dan megah-megah, mobilnya bagus-bagus dan mewah. Ia juga mengkoleksi ratusan gadis muda yang cantik-cantik. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Bencana Bukanlah Karena Kemurkaan Tuhan

Oktober 28, 2010

Sungguh kasihan negeri yang bernama Indonesia ini. Negeri yang terkenal subur ini terus menerus dilanda bencana. Dari catatan sejarah, sejak memasuki abad 21, negeri ini terus dihantam berbagai bencana. Tsunami, gempa bumi, banjir, gunung meletus, dan lain-lain. Bencana-bencana itu sudah menelan korban begitu besar. Bahkan, seingat saya, nyawa yang terenggut akibat Tsunami Aceh mencapai 250 ribu orang lebih, bencana gempa Jogja merenggut nyawa 5 ribu orang lebih, dll. Korban yang terenggut akibat bencana di Indonesia adalah yang paling banyak daripada korban bencana di negeri lain. Sudah sangat sering televisi memperlihatkan kondisi yang menyedihkan; mayat-mayat yang bergelimpangan, wajah-wajah yang menangis, wajah-wajah yang lemah tak berdaya, wajah-wajah yang penuh guratan kesedihan. Bahkan, tak jarang wajah-wajah itu adalah wajah teman-teman kita, keluarga kita, atau bahkan, wajah kita sendiri.

Tidak habis-habisnya kita memikirkan hal itu. Mengapa itu semua terjadi terus-menerus? Apa salah kita? Apakah Tuhan telah murka? Baca entri selengkapnya »


Kepercayaan

Mei 31, 2010

Apa sih yang kalian percayai? Mengapa kalian mempercayai hal itu?

Apakah kalian percaya bahwa hidup kalian bahagia? Atau, apakah kalian percaya bahwa hidup hanyalah sebuah kesia-siaan belaka? Apakah kalian dihidupkan karena memiliki tujuan tertentu, atau apakah kalian percaya bahwa kalian adalah sebuah produk kehidupan yang salah, seperti sebuah mesin mobil yang tidak layak diturunkan ke dalam sebuah balapan? Baca entri selengkapnya »


Makam, Magnet Bagi Manusia

Mei 9, 2010

Saat menyusuri jalanan pesisir Pantai Utara Jawa, saya dan teman-teman melewati beberapa kota yang menarik; Semarang, Demak, dan Kudus. Biasanya, setelah menyelesaikan kegiatan, kami selalu meluangkan waktu dengan berpesiar. Dan seperti biasa pula, kami berdiskusi, berdebat untuk menentukan tempat wisata yang harus dikunjungi. Salah seorang teman tanpa ragu mengajak kami menuju makam. Entah untuk maksud apa, dari bandara Jakarta hingga sesampainya kami di daerah itu, dia tidak pernah lupa mengatakan keinginannya untuk mengunjungi makam. Dan akhirnya, dengan wajah memelas, sambil mengesampingkan rasa malu karena ledekan dan sanggahan teman yang memiliki usul berbeda, dia berhasil mengajak kami, menuju makam. Baca entri selengkapnya »


Protes Sang Tokoh dalam Cerita

April 27, 2010

Bayangkanlah….

Tiba-tiba Anda membuka mata, dan menyadari bahwa Anda telah terbangun di sebuah ranjang yang sangat empuk, dalam ruangan yang asing. Anda memandang ke sekeliling dan melihat bahwa ruangan tersebut sangat luas. Meja, kursi, almari dan ranjang terbuat dari kayu berukir indah dan disepuh dengan emas yang berkilauan. Ruangan dicat dengan sempurna. Pintu dan jendela terbuat dari kayu yang tebal dan kokoh. Pendek kata, semua yang ada dalam ruangan itu terbuat dari bahan bermutu kelas satu. Baca entri selengkapnya »


Bunga-bunga dari Hayam Wuruk

April 14, 2010

…mulus kakinya, putih kulitnya, ayu wajahnya, dan minim pakaiannya….

Tubuh ini terasa sangat lelah dan penat sehabis menonton sebuah pertunjukan.

Suasana sangat sunyi dalam perjalanan pulang dari Senen saat lewat tengah malam, terasa mencekam. Toko-toko sudah pada tutup, jalan Gunung Sahari yang biasanya macet, tampak lengang. Pasar Baru pun hanya tinggal menyisakan para gelandangan dan satpam yang terpaksa harus begadang menjaga ruko-ruko.

Tetapi, saat melangkah menyusuri jalan Hayam Wuruk, suasana tiba-tiba terasa terang benderang. Ada sesuatu yang memancar di daerah ini, menggugah mata hati. Pancaran cahayanya seperti cahaya kunang-kunang, berkelap-kelip menggoda. Baca entri selengkapnya »


Dieng Hijau

April 9, 2010

Ada seorang yang mengatakan bahwa Dieng seperti seorang perempuan cantik yang selalu menggoda. Kabutnya adalah bedak yang membuat pikiran melayang ingin segera mencecapnya. Beberapa orang lainnya menggambarkan dengan cara yang hampir sama. Kakak perempuan saya juga tidak ketinggalan, ia mengatakan bahwa Dieng adalah tempat yang tidak terlupakan. Saya tidak tahu hal apa yang membuatnya tidak bisa melupakan tempat itu, apakah keindahannya, peristiwa yang dialaminya, atau sesuatu yang lain? Saya lupa menanyakannya ^_^. Baca entri selengkapnya »